Edukasi Dampak dan Pemanfaatan Minyak Jelantah

 

 

Kebandungan, 6 Februari 2019 Mahasiswa TIM I KKN UNDIP 2019 mengadakan kegiatan edukasi tentang  penggunaan minyak goreng yang sudah digunakan berkali-kali atau yang biasa dikenal sebagai minyak jelantah  kepada ibu-ibu PKK di Balai Desa Kebandungan. Minyak goreng yang seharusnya hanya dapat dipakai maksimum sebanyak 3 kali, terkadang digunakan lebih dari batas. Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Dan apabila minyak goreng tersebut sudah tidak bisa dipakai lagi, masyarakat biasanya membuangnya di saluran pembuangan. Padahal, minyak tidak dapat bercampur dengan air sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, TIM I KKN UNDIP 2019 mengajak masyarakat Desa Kebandungan untuk menyadari bahaya yang ditimbulkan dari minyak jelantah dan mengurangi dampak dari pembuangan limbah minyak jelantah dengan memanfaatkannya menjadi sabun.

Dalam pembuatan sabun, minyak goreng sisa penggunaan dikumpulkan dalam wadah dan dicampur dengan larutan soda api yang telah diberi air. Untuk memberikan efek wangi dapat ditambah dengan cairan parfum dan untuk memberikan tampilan yang menarik dapat ditambahkan dengan pewarna, tentunya pewarna yang aman dipakai. Setelah semuanya dicampur, aduk selama kurang lebih 20 menit atau sampai sedikit berubah tekstur menjadi mengental. Tahap terakhir, larutan sabun dimasukkan dalam cetakan dan didiamkan selama 4 hari sampai sabun mengeras. Sabun yang telah siap, nantinya dapat dimanfaatkan untuk mencuci dan mandi.

Dalam edukasi yang dilakukan mengenai dampak dan pemanfaatan minyak jelantah, ibu-ibu PKK tampak antusias dan memperhatikan dengan seksama. Minyak jelantah yang sebelumnya hanya dibuang, melalui edukasi ini ibu-ibu PKK dapat mengerti cara menambah nilai jual dari minyak jelantah dan bahkan dapat membuka UMKM baru.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *