KOLABORASI GAPOKTAN DESA KEBANDUNGAN DAN MAHASISWA KKN UNDIP

Kebandungan.desakupemalang.id – Jumat, 2 Februari 2018 bertempat di balai desa kebandungan mahasiswa KKN Undip Tim 1 Tahun 2018 melakukan kolaborasi dengan Gapoktan desa kebandungan dengan melaksanakan penyuluhan terkait pembuatan pupuk organik untuk pertanian di desa kebandungan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan program multidisplin mahasiswa KKN Undip Tim 1 th. 2018. Dalam rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip Tim 1 terdapat beberapa penyuluhan yang lainnya, seperti dampak penggunaan pupuk kimia/unorganik pada kesehatan dan sosialisasi pendaftaran merek dagang berdasarkan UU yang ada di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut yang menjadi inti kegiatannya adalah pembuatan pupuk organik baik dengan limbah buah-buahan serta kotoran kambing. Kegiatan ini menjadi penting melihat masih banyaknya petani yang lebih percaya pada pupuk kimia ketimbang pupuk organik. Dimana hal ini berkaca pada pengalaman para petani desa kebandungan bahwa pupuk kimia memberikan hasil yang diinginkan oleh para petani dari segi fisiknya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Undip Tim 1 th. 2018 masuk untuk berbagi pengetahuan tentang dampak pada kesehatan serta membantu gapoktan untuk membuka peluang untuk membuat usaha apabila pupuk organik akan diproduksi masal dengan sosialisasi pendaftaran merek dagang.

Penyuluhan terkait dampak dari pupuk kimia menjadi salah satu alasan kenapa penting bagi petani untuk mulai menggunakan pupuk organik. Kegiatan ini sendiri pada hakekatnya membantu petani untuk lebih peduli lagi tentang lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitarnya. Hal ini dibantu dengan adanya demo pembuatan pupuk organik secara langsung serta membagi informasi terkait bahan-bahan untuk membuatnya serta bagaimana cara penggunaannya. Kegiatan ini sendiri berlangsung ramai dan penuh antusias dari para petani yang tergabung dalam gapok tani. Dari kegiatan ini diharapkan akan munculnya para petani yang mulai menggunakan pupuk organik untuk sawah ataupun ladang yang dikelolanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *