AGAR TIDAK IKUT TEMANNYA MERANTAU KE JAKARTA, PEMUDA INI MEMPUNYAI CARA UNTUK BERTAHAN DI DESA

Kebandungan.desakupemalang – Revolusi mental merupakan program kerja Pemerintah Presiden Joko Widodo dalam hal mewujudkan pemuda yang maju, pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Hal ini merupakan tantangan baru ke depan untuk bangsa  khususnya pemuda Indonesia yang harus kita sikapi agar tidak terjadi ketertinggalan peran pemuda dalam menggenggam dunia, sebagai  kaum muda ke depan untuk membawa bangsa ini semakin jaya di masa mendatang kita perlu mempersiapkan orang muda untuk bisa berdaya saing dalam menghadapi globalisasi yang terus berjalan.

 

Dikutip dari Tribun News “Revolusi mental harus menjadi dasar pemicu pembangunan dikalangan pemuda secara berkelanjutan, terus dilaksanakan melalui proses penyegaran, pemberdayaan dan pengembangan, sebagaimana diatur dalam UU tentang Kepemudaan”. Pemuda yang maju adalah pemuda yang memiliki kemampuan dan memiliki kompetensi, sehingga mampu menghadapi persaingan global.Syarifudin adalah salah satu pemuda di Desa Kebandungan yang dapat dijadikan contoh revolusi mental harapan bangsa yang mampu memberdayakan masyarakat disekitarnya, tanpa disadari dan terpikirkan oleh pemuda lain Syarifudin berani mencoba mengambil peluang ketika pemuda lain hanya dapat menunggu peluang untuk berkembang dan maju.

Pemuda yang akrab dipanggil atam ini mampu memberdayakan ibu-ibu muda belajar ketrampilan membuat alis mata bekerjasama dengan PT. Kosmo Indokarya sebagai pemasok dan penerima hasil ketrampilan mereka. Bermodalkan mental dan rumah sebagai tempat berlatih dan bekerja ibu-ibu disekitar rumahnya, Atam panggilan akrabnya mendapatkan kontrak untuk dapat mengembangkan usaha ini. Lumayanlah sebagai tambahan, karena disamping kegiatan ini juga atam mempunyai kegiatan yang lain untuk menambah penghaislan dan pengalaman sambil mencari dan melihat peluang lain. Sedangkan untuk harga setiap pasang alis mata yang dibuat karyawannya adalah Rp 365 dan harus dapat menghasilkan minimal 20 pasang/hari setiap karyawan karena pekerjaan ini bersifat borongan.

Menurut Sundiyah (karyawan alis mata) “dengan adanya kegiatan membuat alis mata ini dapat memanfaatkan waktu dirumah walaupun hasilnya tidak terlalu besar tapi alhamdulillah dapat dijadikan tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari”.

Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi maksimal khususnya kekuatan mata untuk melihat detail rambut yang dipotong agar rapi. Walaupun dirasa sulit tapi pekerjaan ini terasa ringan karena dikerjakan bersama-sama dan sampai saat ini jumlah karyawanpun semakin hari semakin bertambah dan masih sngat membutuhkan banyak karyawan.

Bagi warga Desa Kebandungan yang menginginkan pekerjaan tambahan sebagai pembuat alis mata silahkan datang kerumah Syarifudin di Desa Kebandungan Rt 02 RW 02

inilah hasil dari proses terakhir pembuatan alais mata

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*